Membaca Surat At-Thur Pada Saat Shalat Maghrib
Membaca surat At-Thur di waktu shalat Maghrib memiliki keutamaan dan keberkahan yang sangat besar. Surat At-Thur terdiri dari 49 ayat dan membaca surat ini di waktu Maghrib akan memberikan pahala yang berlipat-lipat. Surat ini juga memberikan pelajaran dan pesan-pesan yang dapat memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari umat Islam.
 |
| Sumber : Terjemahan Kitab Kuning |
Dalam Kitab Shohih Muslim No Hadits 731
عَنْ أَبِيهِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ بالطُّورِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَرَأَ فِي الْمَغْرِبِ
Artinya :
Telah bercerita kepada kami Abdullah bin Yusuf, yang berkata telah mengkabarkan kepada kami Malik, dari Ibnu Syihab, dari Muhammad bin Jabir bin Muth‟im, dari bapaknya, yang berkata,“Aku mendengar Rasulullah saw membaca surat At-Thur di waktu shalat maghrib” (HR. Muslim)
Hadits diatas dihukumi sebagai hadits shahih karena:
Sanadnya tersambung, sebab masing-masing periwayat yang meriwayatkan telah mendengarhaditsnya dari syaikhnya (gurunya). Sedangkan adanya 'an'anah yaitu Malik, Ibnu Syihabdan Ibnu Jabir termasuk bersambung karena mereka bukan mudallis.
Para periwayat hadits diatas semuanya adil dan dlabith. Kriteria mengenai mereka (para perawi hadits) telah ditentukan oleh para ulama Jarh wa Ta‟dhil, yaitu:
-Abdullah bin Yusuf: orangnya tsiqah (terpercaya) dan mutqin (cermat)-Malik bin Anas: Imam sekaligus hafidz-Ibnu Syihab Az-Zuhri: orangnya faqih, hafidz, disepakati tentang ketinggian kedudukandan kecermatannya-Muhammad bin Jabir: tsiqah-Jabir bin Muth‟im: sahabat
Tidak syad, karena tidak bertentangan dengan perawi yang lebih kuat dan Tidak ada illat (cacat) dalam hadits diatas
Intisari Hadits :
Biasanya Nabi-ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memanjangkan bacaan dalam salat Subuh, memendekkannya dalam salat Magrib dan mengambil tengah-tengah di dalam salat-salat lima waktu yang selain keduanya. Akan tetapi adakalanya beliau meninggalkan kebiasaan ini untuk menjelaskan kebolehan dan karena tujuan-tujuan lain. Sebagaimana dalam hadis ini di mana beliau membaca surah Aṭ-Ṭhur yang termasuk Ṭiwāl al-Mufaṣṣal (surah-surah al-Mufaṣṣal yang panjang) dalam salat Magrib.
Ditulis Oleh :
Aura - 1404623019
Komentar
Posting Komentar